Strategi SEO Bisnis Wisata: Tingkatkan Kunjungan Website dengan 4 Langkah Praktis
Tantangan SEO untuk Bisnis Wisata
Bisnis wisata seperti hotel, tour guide, atau restoran memiliki tantangan unik dalam SEO. Tidak hanya harus bersaing dengan kompetitor lokal, tetapi juga menghadapi fluktuasi traffic yang signifikan. Berikut dua masalah utama yang sering dihadapi:
Musiman dan Fluktuasi Traffic
Traffic website bisnis wisata seringkali tidak stabil karena sifat industri yang sangat bergantung pada musim. Contoh:
- High Season: Lonjakan pengunjung saat liburan sekolah, hari raya, atau musim panas.
- Low Season: Penurunan drastis saat musim hujan atau periode non-liburan.
Solusi:
- Konten Evergreen: Buat konten yang relevan sepanjang tahun, seperti “10 Aktivitas Seru di Bali Saat Musim Hujan” atau “5 Tempat Makan Terbaik di Yogyakarta yang Ramah Kantong”.
- Promo Khusus Low Season: Tawarkan diskon atau paket khusus untuk menarik pengunjung di periode sepi.
Kompetisi Kata Kunci yang Tinggi
Kata kunci populer seperti “hotel di Bali” atau “paket wisata Lombok” sangat kompetitif. Bisnis kecil sering kalah dari perusahaan besar atau platform agregator seperti Traveloka dan Booking.com.
Tips:
- Fokus pada Long-Tail Keywords: Kata kunci yang lebih spesifik dan kurang kompetitif, seperti “villa privat di Ubud dengan kolam renang pribadi” atau “paket honeymoon di Raja Ampat”.
- Lokalisasi: Sertakan nama daerah atau fitur unik, misal “restoran romantis di Bandung dengan pemandangan kota”.
1. Optimasi Google My Business (GMB) untuk Bisnis Wisata
Google My Business (GMB) adalah tools wajib bagi bisnis wisata. 93% konsumen mencari bisnis lokal lewat Google, dan GMB membantu Anda muncul di hasil pencarian lokal serta Google Maps.
Cara Mengisi Profil GMB dengan Benar
- Informasi Lengkap:
- Nama bisnis, alamat, nomor telepon, dan website.
- Jam operasional (pastikan selalu update, terutama saat liburan).
- Kategori Bisnis: Pilih kategori yang spesifik, seperti “Tour Operator”, “Resort Hotel”, atau “Fine Dining Restaurant”.
- Foto & Video Profesional:
- Upload foto kamar hotel, menu restoran, atau aktivitas tur.
- Video singkat tentang fasilitas atau testimoni pelanggan.
- Posting Rutin:
- Update promo, event, atau artikel blog di bagian Posts.
- Contoh: “Promo Akhir Tahun: Diskon 20% untuk Paket Wisata Keluarga!”
Manfaat Ulasan Pelanggan
Ulasan pelanggan di GMB tidak hanya meningkatkan kepercayaan, tetapi juga memengaruhi ranking lokal.
Tips Mengelola Ulasan:
- Respons Cepat dan Personal: Balas ulasan dengan personalisasi, misal: “Terima kasih, Pak Andi! Kami tunggu kunjungan berikutnya ke resort kami.”
- Ajak Pelanggan Beri Ulasan: Minta pelanggan meninggalkan ulasan setelah menggunakan layanan Anda.
2. Konten untuk Target Turis Asing
Pentingnya Konten Multibahasa
Turis asing sering mencari informasi dalam bahasa mereka. Buat konten dalam bahasa Inggris, Mandarin, atau Jepang untuk menjangkau pasar internasional.
Contoh Konten Multibahasa:
- Blog: “10 Hidden Gems in Bali for Japanese Travelers”.
- Halaman Landing: “Best Halal Restaurant in Jakarta” (versi bahasa Arab).
- FAQ: “Frequently Asked Questions About Visiting Indonesia” (versi bahasa Inggris).
Contoh Kata Kunci untuk Turis Asing
- Bahasa Inggris: “best Bali waterfall tour”, “cheap homestay in Yogyakarta”.
- Mandarin: “巴厘岛家庭旅游套餐” (paket wisata keluarga di Bali).
- Jepang: “ロンボク島ダイビングツアー” (tur menyelam di Lombok).
Tips: Gunakan tools seperti Google Translate atau konsultasi dengan native speaker untuk memastikan akurasi bahasa.
3. Strategi Kata Kunci Lokal
Fokus pada kata kunci yang mencakup lokasi dan kebutuhan spesifik.
Contoh: “Paket Wisata Bali Murah”
- Riset Kata Kunci:
- Gunakan tools seperti Google Keyword Planner atau Ahrefs untuk mencari volume pencarian dan tingkat kompetisi.
- Optimasi Konten:
- Judul: “5 Paket Wisata Bali Murah 2024 dengan Fasilitas Lengkap”.
- Deskripsi Meta: “Cari paket wisata Bali murah? Kami menyediakan tur privat dengan harga terjangkau. Pesan sekarang!”
- Lokalisasi:
- Sertakan nama daerah seperti “Ubud”, “Canggu”, atau “Nusa Dua”.
- Contoh: “Paket Wisata Murah di Ubud dengan Pemandangan Sawah”.
4. Terapkan User-Generated Content (UGC)
User-Generated Content (UGC) adalah konten yang dibuat pelanggan (foto, review, video) yang bisa Anda manfaatkan untuk SEO.
Contoh Penerapan:
- Galang Ulasan & Testimoni:
- Minta pelanggan membagikan pengalaman mereka di media sosial dengan tagar spesifik (misal: #LiburanSeruBersamaXYZ).
- Tampilkan UGC di Website:
- Buat halaman khusus seperti “Gallery Pengunjung” untuk menampilkan foto-foto pelanggan.
- Manfaatkan untuk Backlink:
- Jika blogger atau influencer membagikan UGC, minta mereka mencantumkan link ke website Anda.
Audit Gratis SEO Website Pariwisata Anda
Apakah website bisnis wisata Anda sudah SEO-friendly? Dapatkan audit SEO gratis dari tim ahli kami!
Klik di sini untuk menghubungi kami
Apa yang termasuk dalam audit?
- Analisis performa website.
- Identifikasi kata kunci potensial.
- Rekomendasi optimasi GMB.
- Laporan kompetitor.
