Beasiswa atau scholarship adalah impian bagi banyak orang untuk bisa mendapatkannya. Namun, terdapat satu hal yang tidak banyak di-expose oleh penerima atau awardee beasiswa yang berhasil untuk kuliah di luar negeri, lalu apakah itu
Tahukah kamu bahwa kuliah di luar negeri itu memang erat kaitannya dengan hutang, meskipun sudah dikasih beasiswa secara full sekalipun, apalagi bagi yang berangkat di masa-masa pandemi seperti sekarang.

Photo by Javier Trueba on Unsplash
Memang sebetulnya semua aspek bergantung dari ekonomi masing-masing personal, tapi pada kesempatan ini saya ingin mengulas dari aspek kalangan kelas menengah ke bawah. Jadi saya tidak sedang mewakilkan mereka yang punya kemampuan dan uang yang banyak atau mereka yang memiliki orang tua yang pada dasarnya kaya jadi bisa memberikan support segala kebutuhannya.
Banyak sekali kita mendengar cerita dari teman-teman yang kuliah di luar negeri dan mendapat beasiswa, lalu mereka tidak perlu memikirkan uang apapun lagi. Namun, nyatanya tidak selalu seperti itu teman-teman. Karena dari kisah yang ada, banyak yang harus tetap memiliki modal besar di awal. Jika kamu bertanya, ‘seberapa besar modalnya?’ minimal bisa sampai puluhan juta rupiah.

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash
Bagaimana bisa? ketika waktu persiapan saat mau daftar saja, banyak sekali dokumen yang perlu kamu urus. Lalu ada segala macam test yang wajib kamu ikuti, seperti bahasa, kirim-kirim dokumen ke luar negeri dan hingga sampai untuk tes kesehatan pun terkadang memerlukan biaya yang lumayan besar juga loh. At least bisa sampai beberapa juta rupiah, karena untuk test IELTS saja sudah perlu 3 juta, belum lagi lesnya dan lain-lain.
Lalu, jika kamu sudah diterima dan dinyatakan dapat beasiswa apakah keuangan akan terjamin? belum tentu. Pada beberapa kisah jalan masih panjang dan jumlah uang yang lebih banyak pun harus disiapkan.
Untuk aspek pengurusan visa, ada beberapa negara yang menggratiskan visa pelajar seperti Jepang (untuk awardee yang disponsori oleh pemerintah Jepang) dan ada juga yang mengharuskan kamu untuk membayar minimal beberapa belas juta untuk visa, misalnya seperti Inggris.
Bahkan karena kita masih berada dalam pandemi dan masih ada beberapa negara yang masih menerapkan lockdown, jadi terdapat beberapa kampus yang mewajibkan segala macam vaksinasi penyakit ke mahasiswanya. Tentu saja ini diluar vaksinasi COVID-19 ya, jadi ini juga perlu biaya tambahan lagi.
Masih berhubungan dengan pandemi dan ini mungkin adalah sumber pengeluaran yang paling besar, yaitu karantina atau isolasi mandiri ketika sampai di negara tujuan. Dari pengalaman yang ada, biaya karantina ini tidak di-cover oleh beasiswa yang diterima. Sebagian kampus memang memberikan beberapa bantuan semisal reimbursement, namun tetap kamu harus siap-siap menghabiskan puluhan juta untuk biaya keperluan stay di kamar hotel selama sekian hari selama masa isolasi.
FYI, untuk karantina atau isolasi di Jepang itu bisa menghabiskan biaya sekitar 24 juta sampai 35 juta, ini tergantung dari waktu kedatangan. Bahkan, temanku yang mendapatkan beasiswa di UK harus keluar lebih dari 40 juta dan itu pun harus dibayar di awal sebelum berangkat ke sana.
Jadi soal uang untuk karantina ini, kamu harus mempersiapkannya di awal sebelum keberangkatan. Terlepas dari kapan akan dibayarkannya, penting bagi kamu untuk menyiapkan sejumlah biaya tersebut untuk masa karantina karena jumlah biaya yang diperlukan juga lumayan besar.
Biaya karantina yang dimaksud di sini adalah biaya keperluan makan dan transportasi selama masa tersebut, jadi bukan hanya untuk sewa hotel saja.
Memang terdapat beberapa kampus di luar negeri yang memberikan reimbursement berupa biaya sewa hotel, ada yang menanggung semua, ada yang memberikan subsidi sekian persen, dan ada juga yang ‘dihutangin’ dulu dan nantinya kita bayar ke kampus dalam bentuk tenaga ataupun materi.
Lalu di masa post quarantine, biasanya ada waktu tunggu sebelum beasiswa bisa turun. Ini karena kita harus membuat rekening bank di negara tujuan. Jadi selama masa tersebut, biaya hidup kita, kita yang menanggung sendiri. Dari pengalaman yang ada, terdapat waktu tunggu sekitar 1 bulan sebelum teman-teman akan mendapat uang beasiswa.

Photo by Samantha on Medium
- Pentingnya persiapan biaya.
- Banyak beasiswa yang memberikan reimbursement dan tambahan uang setelah kita memiliki rekening di negara tujuan, jadi uang yang keluar di awal bisa kembali.
- Pentingnya untuk membaca persyaratan dari beasiswa yang dituju, sampai pada timing saat beasiswa tersebut turun dan sistemnya seperti apa.
